Belajar Microsoft Excel: Fungsi Match – Kegunaan Dan Teladan Rumus

Fungsi Excel MATCH

Fungsi MATCH merupakan salah satu fungsi yang cukup penting dalam rumus excel. Coretan sederhana ini menjajal mengupas kegunaan MATCH yang mungkin belum dimanfaatkan  secara optimal oleh pengguna excel. Pembahasan dimulai dari pengertian dasar syntax fungsi , kemudian dilanjutkan dengan membahas contoh-contoh praktis rumus MATCH yang sanggup dipraktekan secara eksklusif sehingga sanggup memudahkan pemahaman.

Pada potensi ini juga akan diperlihatkan bagaimana cara menggunakan variasi MATCH dengan VLOOKUP , HLOOKUP dan INDEX untuk membangun formula lookup yang dinamis.

  • Syntax dan Cara Penggunaan Fungsi MATCH
  • Contoh-Contoh Rumus Excel MATCH
    • Rumus MATCH Menggunakan Karakter Wildcard
    • Rumus MATCH Yang Bersifat Case Sensitive
    • Membandingkan Dua Kolom Untuk Melihat Kesamaan dan Perbedaan
    • Kombinasi Rumus Excel VLOOKUP dan MATCH
    • Kombinasi Rumus Excel HLOOKUP dan MATCH
    • Kombinasi Rumus Excel INDEX dan MATCH

Link Download Contoh Rumus : Excel 2007 – MATCH

Syntax dan Cara Penggunaan Fungsi MATCH

Fungsi MATCH ialah salah satu unsur rumus excel yang sanggup digunakan untuk melaksanakan lookup , atau penelusuran data/referensi.

Fungsi ini melakukan pekerjaan dengan cara mencari posisi relative suatu nilai dalam range atau array dan menciptakan bilangan yang ialah index posisi relative sel yang berisi nilai yang dicari tersebut.

Adapun cara menggunakan fungsi Excel MATCH mesti mengikuti hukum syntax berikut:

MATCH(lookup_value , lookup_array , [match_type])

Lookup_value (diperlukan) : Merupakan nilai yang ingin anda peroleh , sanggup berupa bilangan , text , maupun nilai logika. Nilai ini sanggup diketikan eksklusif dalam rumus , maupun sanggup diposisikan pada suatu sel referensi.

Lookup_array (diperlukan) : tabel atau array dimana ditangani penelusuran data

Match_type (opsional) = Menentukan sistem penelusuran , berupa isyarat angka  -1 , 0 atau 1. Meskipun bersifat opsional , tetapi argumen fungsi ini sungguh penting.

  • match_type = -1: Menemukan nilai paling rendah dalam lookup_array yang lebih besar atau sama dengan nilai yang dicari. Data dalam lookup_array mesti disusun dari tertinggi ke paling rendah , atau Z-A
  • match_type = 0 : Menemukan nilai pertama dalam lookup_array yang persis sama nilainya dengan nilai yang dicari.
  • match_type = 1 : Digunakan untuk mendapatkan nilai paling besar dalam lookup_array yang lebih kecil atau sama dengan nilai yang dicari. Memerlukan penyusunan array dari terkecil ke paling besar atau A – Z. Opsi ini bersifat default , artinya kalau argumen match_type dikosongkan , maka fungsi MATCH akan menggunakan type 1 dalam melaksanakan penelusuran data.

Untuk memudahkan pengertian perihal fungsi excel MATCH , mari kita menciptakan suatu formula sederhana yang menggunakan data selaku berikut:

  • Kolom A (range A2:A7) berisi nama karyawan 
  • Kolom B (range B2:B7) berisi pencapaian target pemasaran yang dicapai oleh masing-masing karyawan. 

Untuk mendapat posisi relatif salah seorang karyawan (misalnya si Budi) dalam list nama karyawan maka sanggup menggunakan rumus berikut:

=MATCH(“Budi” ,A2:A7 ,0)

Kita juga sanggup menempatkan text Budi dalam suatu rujukan sel , anggaplah sel B13 , sehingga rumusnya menjadi menyerupai di bawah ini:

=MATCH(B13 ,A2:A7 ,0)

Cara Menggunakan Fungsi Excel MATCH
Perhatikan penggunaan angka selaku argumen match_type
Type 0 digunakan lantaran list nama tidak disusun dari A-Z ataupun Z-A , dan kita mengharapkan hasil penelusuran posisi untuk nama yang persis sama dengan nama yang dicari.
Dan hasilnya yakni si “Budi” berada pada nomor urut ke-3

4 Hal Yang Perlu Diketahui Mengenai Fungsi Excel MATCH


Cara menggunakan fungsi MATCH memang sungguh gampang , akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diketahui dan diamati terkait penggunaan rumus ini , yaitu:
  • Fungsi MATCH mengembalikan nilai posisi relative dari nilai yang dicari dalam array , bukan nilai itu sendiri menyerupai yang sanggup ditangani oleh rumus VLOOKUP.
  • Fungsi MATCH tidak bersifat case sensitive sehingga tidak membedakan penggunaan abjad kecil , ataupun abjad besar
  • Jika ada lebih dari 1 nilai yang serupa dalam lookup_array , maka fungsi MATCH cuma akan menyediakan pemberitahuan posisi relative nilai yang pertama (paling atas atau paling kiri) dalam range/array.
  • Jika nilai lookup_value tidak ditemui dalam lookup_aray maka rumus akan menciptakan nilai error #N/A
Baca Juga  CARA MEMBUAT BULLETS DAN NUMBERING PADA MICROSOFT WORD

Contoh-Contoh Rumus Excel Bagaimana Menggunakan Fungsi MATCH

Sebelum menginjak pada kepingan ini , dikehendaki anda sudah mengenal basic dan cara penggunaan fundamental dari fungsi MATCH sesuai pembahasan di atas. Jika sudah , berikutnya mari kita gali lebih dalam kegunaan rumus MATCH lewat contoh-contoh dibawah ini:

Rumus Excel MATCH Dengan Karakter Wildcard

Seperti halnya beberapa fungsi excel yang lain , MATCH juga sanggup mengetahui beberapa karakter wildcard berikut:
Tanda Tanya (?) – mewakili karakter tunggal
Tanda bintang atau asterisk (*) – mewakili  sekumpulan karakter.
Catatan: Karakter wildcard cuma sanggup digunakan dalam Rumus MATCH yang menggunakan match_type = 0 
Formula MATCH dengan karakter wilcard mempunyai kegunaan dalam beberapa suasana dimana kita ingin mendapatkan sel berisi text yang tidak perlu persis sama dengan text yang dicari , tetapi ada kemiripan.

Untuk menerangkan hal di atas , mari kita amati pola kendala berikut:
Anggaplah anda memiliki list nama karyawan di kolom A.  Anda ingat bahwa ada seorang karyawan yang tidak masuk kerja di bulan kemudian , tetapi , anda tidak ingat namanya , tetapi anda ingat sedikit frase text yang ialah kepingan depan dari kepingan namanya , misalnya anda ingat “bu”.
Misalnya nama karyawan disimpan di range B2:B7 , maka rumus untuk mendapat posisi nama  karyawan yang mengandung text “bu” yakni selaku berikut:
=MATCH(“bu*” ,B2:B7 ,0)
Contoh rumus diatas memang kelihatannya hanyalah rumus maen-maen sehingga tidak begitu nampak faedah nya. Karena dengan sepintas mata saja kita sanggup mengetahui posisisi budi dalam range.

Ya memang pola tersebut cuma selaku citra saja. Manfaat bahwasanya akan terasa kalau kita melakukan pekerjaan dengan data yang banyak , ratusan hingga ribuan baris. 
Untuk mengakibatkan rumus lebih fleksibel , maka alangkah baiknya kepingan text yang dicari tadi diposisikan pada suatu rujukan sel.
Kemudian rumus kita penyesuaian dengan memadukan karakter wildcard dengan sel rujukan menggunakan pemberian rumus penggabung kata , sanggup menggunakan fungsi CONCATENATE , ataupun menggunakan operator ampersand (&)
MATCH Function With Wildcard Characters
Untuk mewakili cuma satu karakter , maka kita sanggup menggunakan tanda tanya (?) selaku karakter wilcard. 
Misalnya kita lupa apakah nama orang yang dicari iwan atau ivan. Maka kita sanggup menciptakan rumus berikut untuk mencari posisi relativenya.
=MATCH(“i?an” ,B2:B7 ,0)
Formula tersebut akan mendapatkan posisi relatif si Iwan dan mengembalikan nilai 4.

Formula MATCH dengan Case Sensitive

Sebagaimana sudah diterangkan sebelumnya bahwa fungsi MATCH tidak membedakan abjad kecil dan abjad besar. 
Namun , bukan memiliki arti kita tidak sanggup melaksanakan Lookup secara case sensitive.
Nah , untuk membuatnya case sensitive maka kita sanggup mengkombinasikan fungsi MATCH dengan fungsi EXACT.
Perhatikan struktur formula berikut:
MATCH(TRUE , EXACT(lookup_array , lookup_value) , 0)
Formula tersebut melaksanakan tugasnya dengan kecerdikan selaku berikut:
  • Fungsi EXACT digunakan untuk membandingkan lookup_value dengan masing-masing unsur pada lookup_array. 
  • Jika nilai dalam sel yang dibandingkan sama persis , maka fungsi menciptakan nilai TRUE ,  jika sebaliknya maka menciptakan nilai FALSE.
  • Kemudian , fungsi MATCH mengambil tugasnya , membandingkan TRUE dengan nilai dalam array yang dihasilkan oleh rumus EXACT.
  • Pada kesannya , rumus MATCH menyediakan pemberitahuan posisi relative nilai TRUE pertama dalam array yang dihasilkan oleh rumus EXACT.
Baca Juga  Belajar Microsoft Excel: Cara Menetralisir Spasi Berlebih Pada Text

Perlu diamati kembali bahwa lantaran ini ialah rumus array , maka anda mesti menekan Ctrl + Shift + Enter  supaya rumus tersebut sanggup bekerja
Asumsikan bahwa lookup_value yakni dalam sel E1 , dan kemudian lookup_array yakni range A2:A9 , maka formula sanggup dituliskan selaku berikut:
=MATCH(TRUE , EXACT(A2:A9 ,E1) ,0)
Screenshoot di bawah ini memamerkan bagaimana formula MATCH EXACT sanggup melakukan pekerjaan mencari posisi relative data sel secara case sensitive.
Contoh Rumus MATCH EXACT

Membandingkan 2 Kolom Untuk Kesamaan dan Perbedaan (ISNA MATCH)

Mengecek dua buah kolom untuk menyaksikan kesamaan dan perbedaan data didalamnya ialah salah satu skill yang cukup berharga di saat melakukan pekerjaan menggunakan microsoft excel. 
Ada beberapa  metode yang sanggup ditangani untuk melaksanakan kiprah ini. Salah satunya yakni menggunakan formula ISNA/MATCH.
Fungsi ISNA digunakan untuk menganalisa sel apakah bernilai error #N/A dan mengembalikan nilai TRUE kalau sel berisi nilai error #N/A.
Anggaplah kita memiliki list utama pada kolom A dan list data yang mau dicek pada kolom B. 
Bagaimana cara menganalisa apakah data dalam list di kolom B ada atau tidak ada di list pada kolom A?
Berikut yakni pola rumus yang sanggup digunakan untuk kiprah tersebut.
Membandingkan dua kolom dengan mengabaikan abjad besar/kecil (case insensitive)
=IF(ISNA(MATCH(B2 ,A:A ,0)) ,”Tidak ada di List” ,””)
Membandingkan dua kolom memperhatikan abjad besar/kecil (case sensitive)
=IF(ISNA(MATCH(TRUE ,EXACT(A:A ,B2) ,0)) ,”Tidak Ada di List” ,””)
Formula Match Membandingkan Kolom

Kombinasi VLOOKUP dan MATCH

Pada kepingan ini diasumsikan bahwa anda sudah memahami cara menggunakan fungsi excel VLOOKUP. Fungsi ini ialah salah satu fungsi excel yang sungguh diajurkan untuk dikuasai.
Salah satu kehabisan rumus VLOOKUP yang cukup mengusik yakni dimana fungsi ini tidak lagi menyediakan hasil yang berkaitan di saat ada kolom yang dihapus atau disisipkan pada tabel lookup.
Hal tersebut disebabkan fungsi VLOOKUP menggunakan col_index yang bersifat statis untuk menyeleksi urutan kolom tertentu.
Fungsi MATCH tiba selaku penyelesaian atas permasalahan ini. Alih-alih menggunakan angka statis selaku col_index dalam rumus VLOOKUP , rumus MATCH sanggup menyediakan col_index yang bersifat dinamis , sehingga tidak perlu khawatir rumus VLOOKUP akan error atau tidak melakukan pekerjaan di saat ada kolom dalam  tabel lookup yang dihapus.
Untuk menolong pengertian atas klarifikasi diatas , mari kita menimba ilmu dari studi kendala berikut:
Perhatikan kembali pola tabel pertama yang digunakan dalam panduan ini yakni tabel berisi list nama karyawan di kolom A , dan data pencapaian target di kolom B.
Anggaplah kita ingin mengetahui berapa persen pencapaian target salah satu karyawan. 
Untuk memudahkan pengecekan satu persatu , nama karyawan tidak diketikan eksklusif pada formula , melainkan diketikan pada  sebuah rujukan sel , misalnya sel B10.
Maka kita sanggup menciptakan formula menyerupai dibawah ini.
=VLOOKUP(B10 ,A2:B7 ,2 ,0)
Contoh Formula VLOOKUP
Selanjutnya mari kita lihat kehabisan rumus tersebut.
Sisipkan suatu kolom dengan cara insert column antara kolom A dan B.
Kelemahan Formula VLOOKUP MATCH
Anda sanggup memperhatikan , ternyata rumus vlookup tidak lagi menyediakan hasil yang berkaitan  setelah ditangani penyisipan kolom antara kolom A dan B.
Apa sebab?
Penyebab problem ini yakni penggunaan argumen col_index yang bersifat statis , yakni angka 2. Sehingga rumus VLOOKUP akan membaca hasil pada kolom ke-2 dalam tabel lookup. Sementara kolom ke-2 ini tidak berisi data atau kosong sesudah ditangani insert column.
Solusinya:
Sediakan col_index yang bersifat dinamis.

Cara untuk mendapat angka angka col_index yakni dengan menggunakan fungsi MATCH.

Anggaplah nama karyawan yang mau di cek diposisikan pada sel C10 , kemudian label “Pencapaian”  disimpan di sel A11.
Kita tahu bahwa untuk mendapat nilai pencapaian sanggup menggunakan rumus VLOOKUP yaitu:
=VLOOKUP(C10 ,A2:B7 ,2 ,0)
Perhatikan : argumen col_index = 2 , argumen ini sanggup kita ganti dengan fungsi match 
=MATCH(“pencapaian” , ,A1:B1 ,0)
Atau menggunakan rujukan sel:
=MATCH(A11 ,A1:B1 ,0)
Fungsi MATCH tersebut digunakan untuk menerima posisi relative kolom “Pencapaian” yang juga selaku col_index dalam fungsi VLOOKUP.
Sehingga rumus VLOOKUP sanggup dituliskan selaku berikut:
=VLOOKUP(C10 ,A2:B7 ,MATCH(A11 ,A1:B1 ,0) ,0)
Untuk lebih jelasnya , amati screenshot dibawah ini.
Contoh Formula VLOOKUP MATCH
Sekarangnya saatnya kita test:
Lakukan insert column diantara kolom A dan B , dan amati hasilnya.
Kita akan menyaksikan bahwa rumus VLOOKUP tetap menciptakan nilai yang benar. Hal ini lantaran col_index akan berubah secara dinamis mengikuti posisi relatif kolom pencapaian dalam tabel lookup.

Kombinasi HLOOKUP dan MATCH

Dengan cara yang serupa pada rumus VLOOKUP , kita juga sanggup menggunakan fungsi MATCH untuk memperbaki kinerja rumus HLOOKUP. 
Jika pada rumus VLOOKUP , fungsi MATCH ini digunakan untuk menerima col_index , maka pada rumus HLOOKUP , digunakan untuk menerima row_index
Sebagai pola , kita gunakan tabel menyerupai pola rumus VLOOKUP MATCH diatas , tetapi sudah di TRANSPOSE sehingga label kolom berpindah menjadi label baris.
Baris 1 berisi nama karyawan (range B1:G1)
Baris 2 berisi data pencapaian (range B2:G2)
Selanjutnya kita akan mencari data pencapaian karyawan tertentu menggunakan rumus.

Baca Juga  Cara penggunaan rumus SUMIF di Excel

Karena data disusun secara horizontal , maka fungsi yang sempurna untuk melaksanakan kiprah ini yakni fungsi HLOOKUP.

Anggaplah nama karyawan yang mau dicek , disimpan di sel C5 , dan label “Pencapaian” disimpan di sel A6
Maka rumus untuk mendapat data pencapaian karyawan yakni :
=HLOOKUP(C5 ,B1:G2 ,MATCH(“pencapaian” ,A1:A2 ,0) ,0)
Atau
=HLOOKUP(C5 ,B1:G2 ,MATCH(A6 ,A1:A2 ,0) ,0)
Contoh Formula HLOOKUP MATCH

Kombinasi INDEX dan MATCH

Alternative yang lain , cara terkenal untuk melaksanakan Lookup yakni menggunakan variasi fungsi INDEX dan MATCH.

Kombinasi fungsi ini sanggup mengambil alih kedua pola variasi VLOOKUP/HLOOKUP dan MATCH yang sudah dibahas sebelumnya.

Berbeda dengan fungsi MATCH yang dikombinasikan dengan VLOOKUP/HLOOKUP yang digunakan untuk mencari posisi (index) relative kolom/baris yang ditandai label kolom/baris  (contoh label: pencarian)
Fungsi MATCH yang dikombinasikan dengan INDEX digunakan untuk mencari posisi relatif item data yang dicari itu sendiri.
Contohnya:
  • Mencari posisi “unyil” , “cuplis” , “budi” dst… , (bukan label “nama”)
  • Mencari posisi 105% , 110% , 105 , dst… (bukan label “pencapaian”)
Mari kita rubah rumus  kombinasi VLOOKUP/HLOOKUP – MATCH menjadi INDEX-MATCH
Contoh 1:  INDEX MATCH Vertikal (Alternative VLOOKUP MATCH)
  • range_nama = A2:A7
  • range_pencapaian = B2:B7
  • sel_nama = C10
  • Formula untuk mendapat data persen “pencapaian” target kerja karyawan?
    • =index(range_pencapaian ,match(sel_nama ,range_nama ,0:
    • =INDEX(B2:B7 ,MATCH(C10 ,A2:A7 ,0))
Contoh 2: INDEX MATCH Horizontal (Alternative HLOOKUP MATCH)
  • range_nama = B1:G1
  • range_pencapaian = B2:G2
  • sel_nama = C5
  • Formula untuk mendapat data persen “pencapaian” target kerja karyawan:
    • =index(range_pencapaian ,match(sel_nama ,range_nama ,0)
    • =INDEX(B2:G2 ,MATCH(C5 ,B1:G1 ,0))
Untuk lebih mengerti penggunaan contoh-contoh rumus yang disampaikan dalam artikel silahkan di download file ini: Excel 2007 – MATCH 
Ringkasan:
Fungsi MATCH sanggup digunakan untuk mencari posisi relatif data yang dicari dalam suatu tabel atau aray. Dari posisi relative tersebut kita sanggup mengexprolasi lebih jauh data terkait dengan mengkombinasikan MATCH dengan fungsi yang lain menyerupai VLOOKUP , HLOOKUP dan INDEX.
Semoga Bermanfaat.
Belajar Excel! Excellent !
Artikel Terkait:


Referensi:
Need Help? Chat with us