Belajar Microsoft Excel: Fungsi Sumif Dan Rumus Penjumlahan Bersyarat

Fungsi SUMIF Excel

Belajar excel kali ini dimaksudkan untuk membahas tehnik penjumlahan bersyarat menggunakan fungsi SUMIF. Penjelasan diupayakan sedetail dan selengkap mungkin disertai contoh- contoh praktikal rumus SUMIF dengan standar bilangan , text , tanggal dan karakter wildcard. Pada cuilan simpulan akan dibahas bagaimana menangani beberapa permasalahan dan error seputar penggunaan fungsi SUMIF.

Sesuai namanya , SUMIF ialah adonan SUM dan IF , sanggup diartikan ‚ÄúJumlahkan Jika‚ÄĚ. Dengan kata lain fungsi ini dipakai untuk melakukan penjumlahan kalau syarat atau keadaan tertentu terpenuhi. Oleh lantaran itu sering juga diistilahkan selaku penjumlahan kondisional (conditional sum)

Fungsi SUMIF sanggup dipakai baik pada excel model usang (2003 atau yang lebih awal) maupun pada excel model gres (2007 ,2010 ,2013 dan 2016). Menarik sekali , kalau kita sudah mengerti rumus SUMIF , maka kita juga akan lebih gampang untuk mengerti rumus fungsi yang lain yang sejenis seumpama SUMIFS , COUNTIF , COUNTIFS dan AVERAGEIF.

  • Rumus Fungsi Excel SUMIF – Syntax dan Cara Penggunaan
  • Contoh-Contoh Rumus Excel SUMIF
  • Penjumlahan Beryarat Bilangan Lebih Rendah , Lebih Tinggi atau Sama Dengan.
  • Rumus SUMIF dengan Syarat Kriteria Text
  • Rumus SUMIF Menggunakan Operator Komparasi Dengan Referensi Sel
  • Contoh-Contoh Rumus SUMIF Menggunakan Karakter Wildcard
  • Rumus SUMIF Untuk Menjumlahkan Bilangan Terbesar Atau Terkecil
  • Rumus SUMIF Untuk Penjumlahan Bersyarat Terkait Sel Kosong/Tidak Kosong
  • Rumus SUMIF Untuk Penjumlahan Bersyarat ¬†dengan Kriteria Tanggal
  • Rumus SUMIF Untuk Penjumlahan Bilangan Pada Beberapa Kolom
  • Solusi Masalah Rumus SUMIF Error , tidak Bekerja atau Tidak Berfungsi dengan Benar


Syntax Dan Cara Penggunaan Fungsi SUMIF di Excel

Fungsi SUMIF dipakai untuk melakukan operasi penjumlahan bersyarat dengan menurut standar atau keadaan tertentu. Adapun Syntax dari fungsi ini yakni selaku berikut:

SUMIF(range , criteria , [sum_range])

Dari ketiga argumen fungsi SUMIF tersebut , Argumen pertama (range) dan kedua (criteria) bersifat wajib , sedangkan argumen yang ketiga (sum_range) bersifat opsional atau boleh diabaikan. Akan namun , walaupun bersifat opsional , argumen ke-3 penting dan sering dikehendaki utamanya kalau argumen pertama berisi data text.

Range = Sekelompok sel yang mau dievaluasi , misalnya A1:A10

Criteria = syarat atau keadaan yang mesti terpenuhi. Kriteria ini sanggup berupa bilangan , text , tanggal , expresi budi , tumpuan sel maupun fungsi excel lainnya. misalnya kita sanggup menggunakan kritera seumpama 3 , 10 , 0 , ‚Äújeruk‚ÄĚ , ‚Äú10/12/2016‚ÄĚ‚ÄĚ , ‚Äú<4‚ÄĚ , ‚ÄúB2‚ÄĚ dan sebagainya. Perlu diingat! Kriteria text yang mengandung simbol matematika mesti diawali dan diakhiri dengan tanda petik 2 (“). Sedangkan untuk standar numerik , tidak dikehendaki tanda petik. Sum_range = kumpulan sel untuk dijumlahkan kalau keadaan terpenuhi. Argumen ini bersifat opsional dan kalau tidak ada maka rumus SUMIF akan menjumlahkan data pada argumen pertama (argumen range)

Untuk memperjelas citra syntax fungsi SUMIF di excel mari kita amati contoh berikut.

Anggaplah anda memiliki  list beberapa produk pada kolom A dan jumlahnya pada Kolom C.

Selanjutnya kita akan menjajal menjumlahkan semua stock produk tertentu , misalnya nanas:

contoh rumus sumif excel

Perhatikan gambar di atas dengan seksama dan selanjutnya mari kita definisikan masing masing argumen untuk fungsi SUMIF

range – A2:A9
criteria – “Nanas”
sum_range – C2:C9

Kemudian susunlah parameter-parameter tersebut di dalam fungsi SUMIF untuk melakukan penjumlahan bersyarat , =SUMIF(A2:A9 ,”Nanas” ,C2:C9)

rumus sumif penjumlahan bersyarat

Contoh rumus excel tersebut mendemonstrasikan penggunaan fungsi SUMIF yang paling sederhana dengan standar text nama buah nanas.

Dikarenakan standar ‚ÄúNanas‚ÄĚ disimpan di sel F1 , maka rumus di atas sanggup ditulis ulang kembali dengan cara mengubah argumen criteria ¬†‚ÄúNanas‚ÄĚ menjadi tumpuan sel F1.

=SUMIF(A2:A9 ,”F1″ ,C2:C9)

Penting diketahui: Dalam prakteknya , sum_range tidak mesti sama ukuran atau dimensinya dengan argumen range. Fungsi SUMIF akan memunculkan sel pertama paling atas kiri dari dari argumen sum_range kemudian menjumlah dengan mengambil ukuran dimensi yang serupa dengan argumen range.

Dengan memperhatikan kembali contoh rumus SUMIF diatas , maka kita sanggup menawarkan sel C2 atau C2:C4 , atau bahkan C2:C100 selaku argumen sum_range. Dan karenanya yang diperoleh sama saja.

cara menggunakan rumus SUMIF
Satu hal yang mesti ditentukan yakni sel pertama dari argumen sum_range mesti sejajar dengan sel pertama dari argumen range. 
Sebagaimana contoh diatas , sel yang sejajar dari kedua argumen tersebut adalah
A2 = sel pertama dari tumpuan argumen range 
C2 = sel pertama dari tumpuan argumen sum_range
Akan namun , untuk fasilitas membaca rumus , diusulkan untuk mengetikan tumpuan sum_range dengan ukuran atau dimensi yang serupa dengan tumpuan range. 
Dalam kaitan contoh diatas , diusulkan menggunakan tumpuan C2:C9 selaku argumen sum_range , dimana tumpuan tersebut berdimensi sama dengan tumpuan A2:A9 yang ialah argumen range.

Beberapa Contoh Bagaimana cara Menggunakan SUMIF di Excel

Diharapkan contoh sederhana yang sudah ditampilkan di atas sanggup memamerkan pengertian dasar bagaimana fungsi SUMIF bekerja. Berikutnya kita akan menerima beberapa contoh rumus yang mendemonstrasikan bagaimana SUMIF sanggup melakukan pekerjaan dengan aneka macam standar dan aneka macam jenis set data yang berbeda.

Fungsi SUMIF  dengan Kriteria Lebih Dari , Kurang Dari atau Sama Dengan

Mari kita amati beberapa rumus SUMIF yang sanggup dipakai untuk menjumlahkan bilangan dengan nilai lebih dari (>) , kurang dari (<) atau sama dengan (=) nilai standar yang ditentukan.
Catatan : Perhatikan bahwa pada rumus SUMIF , kita menggunakan operator komparasi (operator perbandingan) disertai bilangan atau text yang berada dalam tanda petik dua (“”)
Criteria
Operator
Contoh Rumus
Keterangan
Jumlahkan Jika Lebih Dari
> 
=SUMIF(B2:B10 , ">5")
Menjumlahkan bilangan pada kumpulan sel B2:B10 kalau nilai bilangan  lebih dari 5
Jumlahkan Jika Kurang Dari
< 
=SUMIF(B2:B10 , "<10" , C2:C10)
Menjumlahkan bilangan pada sum_range C2:C10 kalau sel sejajar pada range B2:B10 bernilai kurang dari 10
Menjumlahkan kalau sama dengan
=

(Dapat ditiadakan)
=SUMIF(B2:B10 , “=”&D1)


or

=SUMIF(B2:B10 ,D1)

Menjumlahkan bilangan pada range B2:B10 kalau nilainya sama dengan nilai di sel D1. Argumen standar mampu merujuk eksklusif pada referensi.
Menjumlahkan kalau tidak sama dengan
<> 
=SUMIF(B2:B10 , "<>"&D1 , C2:C10)
Menjumlahkan bilangan pada sum_range C2:C10 kalau sel sejajar di range B2:B10 berlainan nilainya dengan sel D1
Menjumlahkan kalau nilai lebih dari atau sama dengan
>=
=SUMIF(B2:B10 , ">=5")
Menjumlahkan bilangan pada range B2:B10 kalau nilainya minimum 5
Menjumlahkan kalau kurang dari atau sama dengan
<=
=SUMIF(B2:B10 , "<=10" , C2:C10)
Menjumlahkan  bilangan pada sum_range C2:C10 kalau sel sejajar di range B2:B10 bernilai maksimum 10.

Bagaimana Cara Menggunakan Fungsi SUMIF Excel dengan Kriteria Berupa Text

Selain syarat bilangan , fungsi SUMIF juga memungkinkan penggunanya untuk menyertakan nilai tergantung syarat text pada sel sejajar di kolom lainnya.
Silahkan diamati kembali contoh-contoh rumus SUMIF berikut untuk menjumlahkan dengan syarat text persis sama (exact match) atau secara sama sebagian (partial match).

Criteria
Contoh Rumus
Keterangan
Menjumlahkan Jika Sama Dengan
Exact match:

=SUMIF(A2:A8 , “pisang” , C2:C8)

Menjumlahkan bilangan pada sum_range C2:C8 , kalau sel sejajar¬† pada range A2:A8 hanya berisi text ‚Äúpisang‚ÄĚ
Partial match:

=SUMIF(A2:A8 , “*pisang*” , C2:C8)

Menjumlahkan bilangan pada sum_range C2:C8 , kalau sel sejajar¬† pada range A2:A8 mengandung ¬†text ‚Äúpisang‚ÄĚ
Menjumlahkan kalau sama dengan
Exact match:

=SUMIF(A2:A8 , “<>pisang” , C2:C8)

Menjumlahkan bilangan pada sum_range C2:C8 , kalau sel sejajar pada range A2:A8 tidak cuma berisi text ‚Äúpisang‚ÄĚ. Makanya kalau berisi pisang raja , pisang ambon tetap akan terjumlahkan.
Partial match:

=SUMIF(A2:A8 , “<>*pisang*” , C2:C8)

Menjumlahkan bilangan pada range sel C2:C8 , kalau sel sejajar¬† pada range A2:A8 tidak mengandung text ‚Äúpisang‚ÄĚ sama sekali.

Selanjutya mari kita lihat penjumlahan secara persis (eksak) dengan standar ‚ÄúJumlahkan Jika Tidak Sama Dengan‚ÄĚ. ¬†Sebagaimana pada screenshot berikut , untuk menjumlahkan jumlah stock semua produk selain ‚Äú pisang raja‚ÄĚ

=SUMIF(A2:A9 ,”<>Pisang Raja” ,C2:C9)

Rumus SUMIF syarat TEXT


Catatan: Seperti pada biasanya fungsi Excel yang lain , SUMIF juga besifat case-insensitive artinya tidak membedakan aksara kecil maupun aksara kapital. Oleh karenanya tidak ada bedanya apakah anda menuliskan ‚Äúpisang‚ÄĚ atau ‚ÄúPISANG‚ÄĚ.

Menggunakan Operator Komparasi (Perbandingan) dengan Referensi Sel


Untuk mendapat rumus yang lebih fleksibel maka seharusnya kita menempatkan standar di dalam sel , alih-alih mengetikannya eksklusif dalam rumus. Ini berniat mudah-mudahan saat ada pergantian standar maka kita tidak perlu repot mengubah rumus , namun cukup dengan mengubah standar pada sel yang menjadi referensi.

Rumus SUMIF dengan operator komparasi
Catatan : Gunakan operator ampersand (&) atau fungsi CONCATENATE  untuk memadukan operator komparasi dan tumpuan sel mudah-mudahan sanggup dijadikan selaku argumen standar dalam rumus SUMIF , sebagaimana digambarkan dalam screenshot di atas..

=SUMIF(A2:A9 ,”<>“&F1 ,C2:C9)
Juga sanggup dituliskan selaku berikut:
=SUMIF(A2:A9 ,CONCATENATE(“<>” ,F1) ,C2:C9)
Untuk budi ‚Äúsama dengan‚ÄĚ , kita sanggup menggunakan operator ‚Äú=‚ÄĚ ataupun tidak , sehingga kedua contoh formula berikut akan menciptakan nilai yang sama.
Formula 1: =SUMIF(A2:A8 , “=”&F1 , C2:C8)¬†
Formula 2: =SUMIF(A2:A8 , F1 , C2:C8)

Cara Menggunakan Rumus SUMIF dengan Karakter Wildcard

Karakter wildcard dipakai untuk melakukan penjumlahan bersyarat text secara parsial. Maksudnya yakni mengambil cuilan text tertentu selaku argumen criteria dalam rumus SUMIF , oleh lantaran itu sering disebut dengan ungkapan partial match.
Berikut jenis-jenis karakter wildcard yang sanggup digunakan
  • Asterik (*) = memakili sejumlah karakter
  • Tanda Tanya (?) = mewakili karakter tunggal pada posisi spesifik

Contoh 1 : Menjumlahkan nilai dengan standar text parsial

Anggaplah , kita akan menjumlah kan sesuatu yang terkait dengan pisang.Tidak peduli jenisnya atau ¬†bendanya apa , yang penting mengandung kata ‚Äúpisang‚ÄĚ.
Penjumlahan bersyarat text ‚Äúpisang‚ÄĚ di cuilan permulaan text kriteria
=SUMIF(A2:A9 ,”Pisang*” ,C2:C9)
Penjumlahan bersyarat text ‚Äúpisang‚ÄĚ di cuilan simpulan text kriteria
=SUMIF(A2:A9 ,”*Pisang” ,C2:C9)
Penjumalahan bersyarat text pisang di sembarang posisi dalam text kriteria
=SUMIF(A2:A9 ,”*Pisang*” ,C2:C9)
Perhatikan ilustrasi berikut:
Fungsi SUMIF dengan karakter wildcard
Dan untuk memunculkan rumus lebih fleksibel maka seharusnya standar diposisikan dalam sel. Misalnya di sel H1 , sehingga rumus SUMIF menjadi:
Penjumlahan bersyarat partial match di cuilan permulaan text kriteria
=SUMIF(A2:A9 ,H1&”*” ,C2:C9)
Penjumlahan bersyarat text ‚Äúpisang‚ÄĚ di cuilan simpulan text kriteria
=SUMIF(A2:A9 ,”*”&H1 ,C2:C9)
Penjumalahan bersyarat text pisang di sembarang posisi dalam text kriteria
=SUMIF(A2:A9 ,”*”&H1&”*” ,C2:C9
Fungsi SUMIF Referensi Kriteria
Perhatikan kembali contoh diatas: gunakan operator ampersand (&) untuk memadukan tumpuan dengan  karakter wildcard asterisk (*) dalam tanda kutip.

Contoh 2 . Menjumlahkan bilangan dengan syarat sejumlah aksara atau karakter.

Anggaplah kita tentukan sejumlah karakter selaku syarat penjumlahan menggunakan fungsi SUMIF. Misalnya menjumlahkan bilangan pada range C2:C9 kalau sel sejajar pada range B2:A9 mengandung text dengan panjang 5 karakter:
=SUMIF(B2:B9 , “?????” , C2:C9)
Fungsi SUMIF Wildcard Sejumlah Karakter




Contoh 3  : Menjumlahkan sel yang berkesesuaian dengan text tertentu

Jika kita melakukan pekerjaan dengan beberapa type data dalam lembar kerja excel , kemudian kita ingin menjumlahkan beberapa bilangan , anggaplah dalam suatu sum_range dengan syarat sel sejajar di range lainnya.

=SUMIF(B2:B9 ,”?*” , C2:C9)¬†
‚Äď Menjumlakan bilangan yang ada di Sel C2:C9 kalau sel sejajar di kolom C mengandung minimal 1 karakter.

=SUMIF(B2:B9 ,”*” , C2:C9)
‚Äď Menjumlakan bilangan yang ada di Sel C2:C9 kalau sel sejajar di kolom B berisi , tergolong string dengan panjang nol yang diperoleh dari rumus yang lain , misalnya =‚ÄĚ‚ÄĚ

Kedua rumus diatas mengabaikan nilai non text seumpama error , boolean , bilangan dan data.

Contoh 4. Memperlakukan * dan ? selaku karakter biasa.

Terkadang mungkin kita ingin menggunakan * dan ? selaku karakter biasa , bukan selaku wildcard , maka gunakanlan tanda gelombang / tidle () sebelum tanda * atau ?. 

=SUMIF(A2:A8 , “?” , C2:C8)


Fungsi SUMIF Wildcard Karakter Biasa



Perhatikan screenshot diatas. Contoh ke-1 s.d ke-2 menjelaskan cara penggunaan  asterisk (*) dan tanda tanya (?) selaku karakter wildcard. Sedangkan contoh ke-3 dan ke-4 menggabarkan cara penggunaan kedua karakter tersebut selaku karakter biasa.
Mari kita jelaskan contoh-contoh tersebut. Perhatikan range B2:B9 , penggunaan angka 1 cuma contoh saja untuk mempersempit perkiraan penjumlahan sehingga sanggup lebih gampang difahami.
Sebagai wildcard:

Contoh1 : ¬† =SUMIF(B2:B9 ,”*” ,C2:C9)
Menghasilkan nilai 7 , ¬†karena standar ¬†“*” menjelaskan sel di range B2:B9 mesti ada minimal satu karakter sehingga sel sejajar di rang C2:C9 sanggup dijumlahkan. Dan sel di range B2:B9 yang menyanggupi syarat tersebut ada 7 sel.

Contoh2 : ¬† =SUMIF(B2:B9 ,”?” ,C2:C9)
Menghasilkan nilai 5 , ¬†karena standar ¬†“?” menjelaskan sel di range B2:B9 mesti terdiri atas satu karakter saja sehingga sel sejajar di range C2:C9 sanggup dijumlahkan. Dan sel di range B2:B9 yang menyanggupi syarat tersebut ada 5 sel.
Sebagai karakter biasa

Contoh3 : ¬† =SUMIF(B2:B9 ,”*” ,C2:C9)
Menghasilkan nilai 1 , ¬†karena standar ¬†“*” ¬†menunjukan sel di range B2:B9 mesti cuma berisi text “*” saja sehingga sel sejajar di range C2:C9 sanggup dijumlahkan. Dan sel di range B2:B9 yang menyanggupi syarat tersebut cuma ada 1 sel.

Contoh4 : ¬† =SUMIF(B2:B9 ,”?” ,C2:C9)
Menghasilkan nilai 2 , ¬†karena standar ¬†“?” ¬†menunjukan sel di range B2:B9 mesti cuma berisi text “?” saja sehingga sel sejajar di range C2:C9 sanggup dijumlahkan. Dan sel di range B2:B9 yang menyanggupi syarat tersebut ada 2 sel.

Menjumlahkan Bilangan Terbesar Atau Terkecil Dalam Sebuah Range

Pada cuilan ini sedikit melenceng dari pembahasan fungsi SUMIF , namun masih berafiliasi dengan penjumlahan bersyarat. Untuk menjumlahkan bilangan paling besar atau terkecil dari suatu range excel maka kita sanggup memadukan fungsi SUM dengan fungsi LARGE atau SMALL.

Contoh 1. Menambahkan beberapa bilangan terbesar/terkecil

Untuk menyertakan beberapa bilangan paling besar ,  maka anda sanggup mengetiknya eksklusif di formula , misalnya:

Menjumlahkan 5 bilangan paling besar pada range A1:A10
=SUM(LARGE(A1:A10 ,{1 ,2 ,3 ,4 ,5})) 

Demikian juga untuk menumlahkan beberapa bilangan terkecil

Menjumlahkan 5 bilangan terkecl pada range A1:A10
=SUM(SMALL(A1:A10 ,{1 ,2 ,3 ,4 ,5})) 


Fungsi SUMIF Menjumlahkan Bilangan Terbesar



Contoh 2. Menambahkan Lebih Banyak Bilangan Teratas atau Terbawah


Pada contoh pertama , kita sudah mengenali cara menjumlahkan 5 bilangan paling besar dan terkecil dengan cara mengetikan {1 ,2 ,3 ,4 ,5} dalam argumen fungsi LARGE. Cara tersebut cocok ditangani untuk data yang sedikit dan batas-batas paling besar dan terkecil nya juga sedikit. 

Untuk data yang lebih besar dan batas-batas paling besar dan tekecilnya banyak , maka kita sanggup menggunakan formula array menggunakan fungsi SUM , LARGE dan menyertakan fungsi ROW dan INDIRECT untuk mendefinisikan standar terbesar/terkecilnya.

Misalnya: Untuk menjumlahkan 10 bilangan paling besar pada range A1:A15 , maka kita sanggup menggunakan rumus selaku berikut:

=SUM(LARGE(A1:A15 ,(ROW(INDIRECT(“1:10”)))))

Dan untuk menjumlahkan 10 bilangan terkecil , maka gunakan rumus berikut:


=SUM(SMALL(A1:A15 ,(ROW(INDIRECT(“1:10”)))))

Fungsi SUMIF Penjumlahan Bilangan Terbawah


Karena rumus tersebut ialah rumus array , maka jangan lupa untuk menekan CTR + Shift + Enter sehabis mengetikan formula.

Contoh 3. Menjumlahkan  bilangan paling besar atau terkecil dengan banyak bilangan yang bervariasi.


Jika anda tergolong orang yang tidak tenteram saat mesti mengganti formula setiap kali ada pergantian berapa bilangan paling besar dan terkecil untuk dijumlahkan , maka seharusnya batas-batas berapa bilangannya di simpan di dalam sel , kemudian rumus penjumlahan bilangan terbesar/terkecil dibentuk menggunakan tumpuan sel tersbut.

Contohnya: untuk menjumlahkan 10 bilangan paling besar pada range A1:A15 , kalau angka 10 disimpan di sel C1 maka sanggup dituliskan rumus selaku berikut:

=SUM(LARGE(A1:A15 ,(ROW(INDIRECT(“1:”&C1)))))
Untuk menjumlahkan 10 bilangan terkecil pada range A1:A15 , kalau angka 10 disimpan di sel C2 maka sanggup dituliskan rumus selaku berikut:

=SUM(SMALL(A1:A15 ,(ROW(INDIRECT(“1:”&C2)))))

Karena ialah rumus array , maka jangan lupa untuk menekan CTR+SHIFT+ENTER sehabis mengetikan rumus tersebut untuk mendapat hasil yang benar.

Cara Menjumlahkan Bilangan Terbawah

Rumus SUMIF Untuk Penjumlahan Bersyarat Sel Sejajar Yang Kosong / Tidak Kosong

Ada 2 jenis sel kosong yaitu:
Sel kosong mutlak , artinya tidak ada apapun di dalam sel tersebut , tergolong formula yang menciptakan string kosong. Gunakan standar “=” untuk sel kosong jenis ini.
Contoh: Rumus berikut untuk  menjumlahkan bilangan di range C2:C10 kalau sel sejajar di range A2:A10 sungguh-sungguh kosong.

=SUMIF(A2:A10 ,”=” ,C2:C10)
Sel Bernilai Blank/kosong: meliputi kosong jenis pertama dan kosong yang disebabkan oleh formula , misalnya formula =””. Untuk mendefinisikan sel kosong jenis ini maka gunakan standar “” dalam rumus SUMIF.

=SUMIF(A2:A10 ,”” ,C2:C10)
Kedua contoh formula diatas mengecek sel-sel yang berada pada kolom range A2:A10 , kemudian kalau ialah sel kosong , maka sel lain dengan baris yang serupa di range C2:C10 akan dijumlahkan.
Jika anda berencana untuk menjumlahkan nilai sel di kolom C yang sejajar dengan sel di kolom A yang tidak kosong maka gunakan ‚Äú<>‚ÄĚ selaku standar di rumus SUMIF , contohnya:

=SUMIF(A2:A10 ,”<>” ,C2:C10)
Formula diatas menjumlah nilai dari sel yang sejajar dengan sel tidak kosong yang dijadikan pola tergolong sel kosong yang diperoleh dari formula (zero length string)

Rumus SUMIF untuk Penjumlahan Bersyarat Sel Sejajar Bersisi Data Tanggal 

Cara menggunakan rumus SUMIF untuk penjumlahan bersyarat tanggal , intinya sama saja dengan penggunaan fungsi SUMIF bersyarat type data lainnya.  Dalam hal ini , kita juga sanggup menggunakan operator komparasi (perbandingan) sebagaimana sudah diterangkan pada suatu sub cuilan sebelumnya.
Fungsi SUMIF Tanggal
Seandainya kita ingin menjumlahkan bilangan bedasarkan tanggal kini , maka kita sanggup menggunakan kombinasi fungsi SUMIF dengan TODAY sebagaimana contoh berikut:
Kriteria
Contoh Formula
Menjumlahkan nilai menurut tanggal sekarang
=SUMIF(A2:A10 , TODAY() , C2:C10)
Menjumlahkan nilai sebelum tanggal sekarang
=SUMIF(A2:A10 , "<"&TODAY() , C2:C10)
Menjumlahkan nilai sehabis tanggal sekarang
=SUMIF(A2:A10 , ">"&TODAY() , C2:C10)
Menjumlahkan nilai di 7 hari kemudian.
=SUMIF(A2:A10 , "="&TODAY()+7 , C2:C9)

Bagaimana cara menjumlahkan nilai sesuai rentang tanggal tertentu.

Mungkin anda pernah bertanya. Bagaimana Cara Menjumlahkan data antara 2  tanggal?
Jawabannya yakni mengunakan kombinasi antara 2 fungsi SUMIF. 
Misalnya: untuk menjumlahkan nilai yang ada di sel C2:C100 kalau kolom A berisi tanggal antara mulai 1 Desember 2016 s.d 31 Desember 2016 , maka rumus sanggup dituliskan selaku berikut:
=SUMIF(C2:C100 , “>=12/1/2016” , C2:C100) – SUMIF(A2:A100 , “>12/31/2016” , C2:C100)
Formula tersebut mungkin kelihatan sedikit lebih ribet , Namun kalau diamati dengan lebih teliti , bergotong-royong rumus tersebut sungguh simple. 
Fungsi SUMIF  pertama dipakai untuk menjumlahkan nilai di sel C2:C100 dimana  sel berkesesuaian di kolom A lebih dari atau sama dengan tanggal pertama. Kemudian anda kurangkan dengan nilai yang lebih dari tanggal kedua yang diperoleh menggunakan fungsi SUMIF ke-2

Bagaimana Menjumlahkan Nilai Pada Beberapa Kolom.

Untuk mengerti perkara dengan lebih baik , mari kita amati dengan seksama contoh berikut: 
Anggaplah anda memiliki suatu tabel berisi data pemasaran bulanan beberapa produk dalam beberapa bulan.
Pertanyaannya: bagaimana anda sanggup mendapat total produk buah tertentu yang terjual di semua wiayah dalam waktu 3 bulan terakhir?
Mengingatkan lagi bahasan sebelumnya , bahwa dimensi argumen sum_range diputuskan oleh dimensi argumen range. Itulah mengapa rumus berikut tidak akan melakukan pekerjaan sesuai harapan.

=SUMIF(A2:A10 ,”apel” ,C2:E10)¬†
Mengapa? Karena rumus tersebut cuma akan menjumlahkan data pemasaran apel cuma di kolom C.
Solusi paling sederhana dan logis yakni dengan menggunakan kolom bantu berisi total data beberapa bulan di masing-masing baris.
Cukup masukan rumus SUM pada sel F2 , kemudian copy ke baris selanjutnya di kolom F
Setelah itu anda sanggup menggunakan rumus SUMIF seumpama biasa

=SUMIF(A2:A10 ,”apel” , F2:F10)
Dan kalau  kriteria apel disimpan di sel A14 , maka rumus tersebut sanggup dituliskan:
=SUMIF(A2:A10 ,A14 ,F2:F10)
Jika anda lebih senang melakukan penjumlahan bersyarat tanpa menggunakan kolom bantu , maka anda sanggup menggunakan beberapa rumus SUMIF terpisah , kemudian menjumlahkan nya menggunaan operator tambah (+) atau fungsi SUM , sesuai contoh berikut:

=SUMIF(A2:A10 ,A14 ,C2:C10)+SUMIF(A2:A10 ,A14 ,D2:D10)+SUMIF(A2:A10 ,A14 ,E2:E10)
Atau
=SUM(SUMIF(A2:A10 ,A14 ,C2:C10) ,SUMIF(A2:A10 ,A14 ,D2:D10) ,SUMIF(A2:A10 ,A14 ,E2:E10))
Alternative cara yang lain yakni menggunakan fungsi SUMPRODUCT , seumpama contoh berikut:

=SUMPRODUCT((A2:A10=A14)*C2:E10)
Atau menggunakan rumus array
{=SUM((A2:A10=A14)*C2:E10)}
Fungsi SUMIF Beberapa Kolom
Keempat rumus diatas , sama-sama akan menciptakan 2.280.000

Sering Ditanyakan : Mengapa Rumus SUMIF Tidak Bekerja/Berfungsi

Ada beberapa argumentasi kenapa rumus SUMIF tidak melakukan pekerjaan atau tidak menciptakan perkiraan yang benar. Kadang-kadang nilai yang dihasilkan rumus SUMIF tidak sesuai dengan yang dikehendaki lantaran type data di sel atau beberapa argumen tidak cocok. Berikut yakni beberapa hal yang mesti dicek untuk memutuskan fungsi SUMIF sanggup melakukan pekerjaan dengan benar.
1. Parameter range dan sum_range mesti berupa range , bukan array.
Parameter pertama (range) dan parameter kedua (sum_range) dalam rumus SUMIF mesti berupa tumpuan rang seumpama A1:A10. Jika anda menjajal dengan yang lain misalnya menggunakan array seumpama {1 ,2 ,3} maka akan terjadi error.
Rumus yang benar: =SUMIF(A1:A3 , “apel” , C1:C3)
Rumus yang salah: =SUMIF({1 ,2 ,3} , “apel” , C1:C3)

2. Cara untuk menjumlahkan nilai dari sheet lain atau workbook lain
Sebagaimana nyaris semua function excel yang lain , fungsi SUMIF juga sanggup menggunakan tumpuan sheet lain atau bahkan file exel yang lain yang berbeda.
Sebagai contoh , rumus berikut dimaksudkan untuk menjumlahkan nilai di sel F2:F9 di sheet 1 , dari file excel berjulukan Book1 kalau sel berkesesuian di kolom A , dengan nama ¬†sheet ‚Äúapel‚ÄĚ.
=SUMIF([Book1.xlsx]Sheet1!$A$2:$A$9 ,”apel” ,[Book1.xlsx]Sheet1!$F$2:$F$9)
Akan namun rumus tersebut tidak akan melakukan pekerjaan saat book1 ditutup atau close. Ini terjadi lantaran range yang dijadikan tumpuan oleh rumus SUMIF , di tumpuan balik menjadi array. Dan dikarenakan array tidak diizinkan pada rumus sumif , maka rumus tersebut akan menciptakan error #VALUE!
3. Untuk menyingkir dari problem , tentukan parameter sum dan sum_range memiliki ukuran jumlah baris dan kolom yang sama.
Sebagaimana disampaikan pada permulaan bahasan ini. Pada model excel yang  lebih moderen , parameer sum dan sum_range tidak mesti memiliki ukuran yang sama. Di exel 2000 atau model yang lebih permulaan , ukuran yang berlainan akan memicu problem. Ini juga kata orang ya , lantaran saya belum pernah mencobanya di excel 2000.
 Akan namun , walaupun excel model modern seumpama excel 2010 , 2013 dan 2016 , rumus SUMIF yang lebih komplek kalau sum_range berlainan jumlah barisnya dengan argumen range , maka pada biasanya user perlu extra lebih untuk memahaminya.
Oleh lantaran itu secara praktisnya yakni senantiasa menggunakan ukuran yang serupa pada parameter range dan sum_range
Demikian pembahasan dasar-dasar penggunaan fungsi SUMIF untuk penjumlahan bersyarat dengan standar bilangan , standar text dan karakter wildcard , serta standar tanggal. 
Semoga bermanfaat.
Artikel Terkait:


Referensi:

Need Help? Chat with us