Belajar Microsoft Excel: Penerapan Rumus If Pada Excel

Penerapan Rumus IF Pada ExcelFungsi IF ialah salah satu komponen rumus excel yang paling terkenal dan paling kerap digunakan. Bahkan di dalam pada biasanya buku atau panduan formula excel , pembahasan tentang rumus IF pada excel ialah hal yang wajib dan biasanya disampaikan pada bab-bab awal.

Bagaimana Cara Menggunakan Rumus IF Pada Excel?

Rumus IF pada excel dipakai untuk mereview perbandingan logis antara suatu nilai dengan nilai standar dan menciptakan kesimpulan atas nilai logis tersebut.

Dalam pengambilan keputusan mungkin kita pernah menyampaikan “Jika kejadiannya begini maka saya akan melakukan hal ini , dan jikalau kejadiannya begitu maka saya akan melakukan itu”. Atau jikalau dikaitkan dengan reward & punishment mungkin dibilang “Jika benar maka ini ganjarannya , Jika Salah maka ini hukumannya”. Nah fungsi IF ialah penerapan budi ini secara sederhana di dalam rumus excel dan dituliskan dengan syntax selaku berikut:

=IF(test_logika , nilai_jika_Benar ,nilai_jika_salah)


Sebelum melanjutkan , rujukan rumus excel yang dipakai dalam panduan ini juga sanggup didownload
  • Untuk pengguna excel 2003 : download
  • Untuk pengguna excel 2006 ,2007 ,2010 dan 2016 : download

Rumus IF tunggal- Menentukan Kelulusan Berdasarkan Score

Ini ialah bentuk penerapan fungsi IF yang paling sederhana pada excel , dimana rumus ini cuma memiliki satu argument test budi yang mesti diuji untuk mendapat kesimpulan.

Contoh penerapan rumus ini dalam kehidupan konkret yakni untuk menyeleksi kelulusan siswa menurut score nilai. Misalkan syarat kelulusan diputuskan jikalau minimal score = 70 , maka secara budi IF sanggup dituliskan selaku berikut:

=IF(score>=70 ,Lulus ,Gagal)

Penjelasan Rumus IF

  • Argument score>=70 ialah test budi untuk menguji apakah score lebih dari atau sama dengan 70 ,
  • Jika score = 70 atau lebih maka fungsi IF akan menciptakan nilai Lulus ,
  • Sebaliknya jikalau score kurang dari 70 maka fungsi IF akan menciptakan nilai Gagal. Sederhana bukan?
Baca Juga  Belajar Microsoft Excel: Penerapan Rumus If Pada Excel

Baiklah , mudah-mudahan lebih terang , mari kita praktekan  langsung pada lembar kerja excel.

  • Buat tabel dengan 3 kolom , judul kolom pada cell A1 = NAMA SISWA , B1 = SCORE , dan C1=KRITERIA
  • Pada cell A2 s.d A10 tuliskan 9 orang Nama Siswa
  • Pada cell B2 s.d B10 tulikan sebarang angka antara 0 s.d 100
  • Pada cell C2 tuliskan formula sbb:  =IF(B2>=70 ,”Lulus” ,”Gagal”)  atau jikalau regional settingnya Indonesia tuliskan rumus ini =IF(B2>=70 ,”Lulus” ,”Gagal”)  
  • Copy formula dari C2 ke C3 s.d C10
  • Hasilnya: jikalau nilai pada kolom B kurang dari 70 maka nilai pada kolom C akan bernilai Gagal , sebaliknya jikalau nilai pada kolom B = 70 atau lebih maka nilai pada kolom C akan bernilai Lulus.   
Contoh Rumus IF Tunggal

Perhatikan penulisan formula menggunakan tanda kutip  pada nilai Lulus dan Gagal. Tanda Kutip menunjukan text yang ada didalammnya terbaca sebagaimana adanya. Jika tidak menggunakan tanda kutip maka text tersebut akan terbaca selaku nama sel atau suatu referensi. Hal ini akan menciptakan nilai error #NAME jikalau tidak ada cell dengan nama Lulus atau Gagal.

Rumus IF Bertingkat – Konversi Angka Nilai Ujian Menjadi Huruf

Pada rujukan diatas , fungsi IF cuma menciptakan 2 persyaratan nilai yakni “Lulus” dan “Gagal”. Sekarang bagaimana jikalau kita memiliki data  yang perlu dikelompokan menjadi 3 atau lebih kriteria?

Sebagai rujukan kasus: bagaimana mengelompokan nilai cobaan mahasiswa menjadi A , B , C , D dan E?Sementara nilai cobaan biasanya dalam bentuk numerik 0 s.d 100.

Nah , dengan menggunakan IF bertingkat , nilai cobaan 0 sd 100 sanggup dikonversi menjadi abjad sesuai persyaratan yang ditentukan. Misalnya persyaratan nilai cobaan mahasiswa diputuskan selaku berikut:

0  s.d 59   :  E
60 s.d 69   :  D
70 s.d 79   :  C
80 s.d 89   :  B
90 s.d 100 :  A

Supaya lebih terang , mari kita praktekan kembali dalam lembar kerja excel…

  • Buatlah tabel pada kolom A , B , dan C , tuliskan judul kolom pada cell A1= Nama Mahasiswa , B1= Nilai Ujian , C1 = Huruf.
  • Lengkapi cell A2 s.d A10 dengan rujukan nama mahasiswa dan cell B2 s.d B9 dengan nilai cobaan (rentang nilai 0 s.d 100)
  • Ketikan formula =IF(B2<60 ,"E" ,IF(B2<70 ,"D" ,IF(B2<80 ,"C" ,IF(B2<90 ,"B" ,"A")))) pada cell C2 , kemudian copy formula tersebut pada cell C3 s.d C10. 
  • Dengan cara ini kita akan mendapat nilai abjad dari masing masing siswa antara A s.d E sesuai kriteria.
Baca Juga  Tutorial python tentang flask

Contoh Penerapan Rumus IF Bertingkat Pada Excel 2007

Penjelasan Logika IF

  • Logika fungsi IF pada rujukan diatas sanggup diterangkan selaku berikut:  pertama fungsi  IF akan melakukan penilaian test budi kepada nilai cobaan , jikalau nilai kurang dari 60 maka fungsi IF akan menciptakan  huruf “E” , dan fungsi IF selesai. Jika test budi pertama menciptakan nilai salah atau nilai cobaan 60 atau lebih maka fungsi IF dilanjutkan pada test budi selanjutnya yakni <70 , jikalau benar , abjad =”D” dan fungsi IF selesai. Jika tidak maka dilanjutkan test budi selanjutnya sampaik didapatkan keadaan benar (True). Jika semua test budi menciptakan nilai Salah (False) , maka fungsi IF akan menciptakan nilai diluar test logika. Dalam hal ini nilai lebih dari 90 yakni nilai “A”
  • Dengan membalik budi < menjadi >=  ,formula diatas juga sanggup dirubah menjadi =IF(B2>=90 ,”A” ,IF(B2>=80 ,”B” ,IF(B2>=70 ,”C” ,IF(B2>=60 ,”D” ,”E”))))

Rumus IF bertingkat sungguh pas dipakai untuk mengelompokan data dengan persyaratan yang tidak terlalu banyak alasannya yakni excel menampilkan batas-batas berapa jumlah fungsi IF yang sanggup dipakai dalam satu rumus.

Excel 2003 cuma mengijinkan rumus IF bertingkat hingga pada level 7. Bahkan walaupun excel model 2007 ke atas telah mengijinkan IF bertingkat hingga level 64 , tetapi penggunaan IF bertingkat dengan level yang terlampau banyak tetap saja tidak praktis. Kecuali jikalau anda suka menulis rumus yang panjang. Untuk permasalahan pengelompokan data dengan persyaratan lebih banyak semestinya kita menggunakan Rumus VLOOKUP

Rumus IF Bercabang-Kesimpulan Berdasarkan Beberapa Poin Nilai

Dalam beberapa permasalahan , mungkin kita mesti melakukan beberapa pengelompokan secara bertingkat pada masing-masing golongan yang dihasilkan rumus IF lainnya. Dengan kata lain ada percabangan rumus IF yang dipakai untuk pengelompokan keputusan/kesimpulan.

Baca Juga  Belajar Microsoft Excel: Transpose Data Menggunakan Fungsi Indirect Adress

Misalnya: untuk menyeleksi perlakuan kepada siswa menurut nilai cobaan dan poin kerajinan-nya ditetukan persyaratan selaku berikut:

Jika nilai cobaan lebih dari 80

  • Jika poin kerajinan lebih dari 70 dikategorikan “sangat berpotensi”
  • Jika poin kerajinan 70 atau kurang , dikategorikan “ada potensi”

Jika nilai cobaan 80 atau kurang

  • Jika poin kerajinan lebih dari 90 dikategorikan “Ada potensi”
  • Jika poin kerajinan 70 atau kurang , dikategorikan “Perlu Pembinaan Lebih”

Logika tersebut sanggup dideskripsikan dengan ilustrasi rumus IF selaku berikut:

=IF(nilai_ujian>=80 ,IF(poin_kerajinan>70 ,”Sangat Berpotensi” ,”Ada Potensi”) ,IF(poin_kerajinan>90 ,”Ada Potensi” ,”Perlu Pembinaan Lebih”))

Enaknya eksklusif dipraktekan dalam lembar kerja excel

  • Buatlah tabel pada kolom A , B , dan C , dan D , Tuliskan judul kolom pada cell A1= Nama Siswa , B1= Nilai Ujian , C1 = Poin Kerajinan , D1 = Kesimpulan
  • Lengkapi sel A2 s.d A10 dengan nama siswa
  • Lengkapi sel B2 s.d B10 dengan nilai cobaan (rentang nilai 0 s.d 100)
  • Lengkapi sel C2 s.d C10 dengan poin kerajinan (rentang 0 s.d 100)
  • pada sel D2 , ketikan rumus berikut :  =IF(B2>=80 ,IF(C2>70 ,”Sangat Berpotensi” ,”Ada Potensi”) ,IF(C2>90 ,”Ada Potensi” ,”Perlu Pembinaan Lebih”))
  • Copy dan paste rumus dari sel D2 tersebut ke sel D3 s.d D10
  • Sampai tahap ini kita akan mendapat pengelompokan kesimpulan atas data siswa dengan memikirkan nilai cobaan dan potensi kerajinan.
  • Perhatikan ilustrasi berikut:
Penerapan Rumus IF Bercabang Pada Excel 2007 ,2010 ,2013 dan 2016

Demikian panduan dan klarifikasi singkat bagaimana menggunakan Rumus IF Pada Excel. Dengan mengikuti step by step panduan ini diperlukan pembaca sanggup lebih mengerti cara menggunakan rumus IF dari yang sederhana yakni Rumus IF Tunggal , kemudian sedikit agak lebih komplek yakni Rumus IF bertingkat dan sedikit lebih rumit lagi yakni Rumus IF Bercabang.

Semoga bermanfaat.
Salam..

Artikel terkait:

Referensi:


Need Help? Chat with us